Overview
Bill William mengembangkan konsep trading yang unik dengan
menggabungkan psikologi trading dengan Theory Chaos dan efek istimewa
yang terjadi di dalam market. Dia berpendapat bahwa keuntungan dari
trading dan investing ditentukan oleh psikologi manusia dan bahwa setiap
orang bisa menjadi seorang trader/investor yang profitable jika mereka
memahami apa yang terjadi pada market yang bergerak acak.
Bill William mengatakan fundamental atau teknikal analysis tidak bisa
menjamin hasil profit yang konsisten karena mereka tidak melihat
keadaan yang sebenarnya dari market. Lebih lanjut, Bill William
mengatakan bahwa trader kebanyakan rugi karena mereka mengandalkan tipe
analisis yang berbeda-beda, di mana menjadi tidak berguna pada model
dinamis nonlinear, yaitu pada market sesungguhnya.
Trading adalah permainan psikologi, cara untuk merealisasikan diri
dan pengetahuannya, jadi cara terbaik untuk menjadi sukses yaitu mencari
gaya trading anda sendiri, mengenal trading anda dengan baik dan
menjalankannya apapun yang terjadi. Untuk itu, ada 2 aspek yang
signifikan: pengetahuan tentang diri sendiri dan memahami struktur
market itu sendiri.
Berikut ini adalah pandangan Bill William tentang mudahnya
menghasilkan uang jika anda memahami struktur dari market/pasar. Untuk
melakukan hal tersebut anda harus mengetahui bagian yang tak terpisahkan
dari market yang dinamakan dimensi.
Dimensi pasar tersebut adalah:
- Fractal (phase space)
- Momentum (phase energy) - Awesome Oscillator
- Acceleration / Deceleration (phase force)
- Zone (phase energy / force combination)
- Balance Line (strange attractors)
Perlu diketahui dan yang terpenting adalah sebelum dimensi pertama
(Fractal) muncul, semua sinyal yang dibentuk oleh setiap dimensi harus
di abaikan. Ketika posisi sudah terbuka pada arah yang sama yang
dibentuk oleh sinyal fractal, trader boleh menambah posisi di setiap
sinyal yang diberikan oleh dimensi lainnya. Hasilnya, 30% dari
pergerakan harga dapat memberikan kesempatan untuk meraih profit 90-120%
Metode exit the market dari Bill William sangat sensitive terhadap
pergerakan harga, jadi metode tersebut dapat membantu untuk mendapatkan
profit sampai dengan 10% terakhir dari trend, dapat menangkap tidak
kurang dari 80% pergerakan trend. Teori Bill William ini menjadi popular
di kalangan trader forex.
Alligator and Gator
The Alligator
Bill William menggambarkan Alligator sebagai sebuah kompas yang bisa
menjaga trading anda berada pada arah yang benar. Alligator membantu
anda berada pada arah yang sebenarnya dan tidak keluar dari range
trading yang biasanya selalu menghasilkan kekalahan. Alligator adalah
kombinasi dari 3 balance line:
The Alligator
Alligator’s Jaw (the blue line) - 13-period moving average at the mid
price (High+Low)/2, which is offset 8 bars into the future;
Alligator’s Teeth (the red line) - 8-period moving average at the mid
price (High+Low)/2, which is offset 5 bars into the future;
Alligator’s Lips (the green line) - 5-period moving average at the
mid price (High+Low)/2, which is offset 2 bars into the future.
Jika ketiga garis sejajar (saling berhimpitan) maka Alligator sedang
tidur dan market berada di dalam keadaan range-bound. Semakin panjang
Aligator tidur maka semakin lapar lah si Alligator. Ketika Alligator
bangun dari tidur yang panjang, sang Alligator akan berburu harga sejauh
mungkin, oleh karena itu pergerakan harga sangat kuat sekali pada
keadaan ini. Jika Alligator sedang tidur, usahakan jangan bergerak dulu.
Ketika Alligator terbangun, Alligator akan membuka mulut (Balance lines
diverge) dan memulai perburuan. Setelah cukup kenyang, Alligator akan
tidur kembali (Balance Lines converge), jadi saatnya untuk mengambil
profit.
Jika Alligator tidak dalam keadaan tidur, market berarti dalam keadaan uptrend atau downtrend
jika harga berada di atas mulut Alligator maka harga sedang uptrend
jika harga berada di bawah mulut Alligator maka harga sedang downtrend
Alligator juga membantu kita memahami karakter dari Elliot waves:
jika harga di luar mulut Alligator maka Elliot wave yang terjadi adalah benar
jika harga di dalam mulut Alligator maka Elliot wave yang terjadi agak rancu kebenarannya
The formula for the Alligator:
MIDPOINT PRICE = ( HIGH + LOW ) / 2
ALLIGATOR’S JAW = SMMA ( MIDPOINT PRICE, 13, 8 )
ALLIGATOR’S TEETH = SMMA ( MIDPOINT PRICE, 8, 5 )
ALLIGATOR’S LIPS = SMMA ( MIDPOINT PRICE, 5, 3 )
Where:
HIGH - the highest bar price;
LOW - the lowest bar price;
SMMA (A, B, C) - smoothed moving average (A - smoothed data, B - smoothing period, C -
move into the future),
ALLIGATOR’S JAW - blue line;
ALLIGATOR’S TEETH - red line;
ALLIGATOR’S LIPS - green line.
The Gator Oscillator
Gator Oscillator memperlihatkan tingkat dari convergence/divergence terhadap Balance Lines:
Gator Oscillator ditampilkan sebagai 2 histogram
Histogram yang di atas garis 0 memperlihatkan jarak antara garis biru dengan garis merah (antara rahang dengan gigi Alligator)
Histogram yang di bawah garis 0 memperlihatkan jarak antara garis merah dengan garis hijau (antara gigi dengan bibir Alligator)
Semua bar dari setiap histogram berwarna hijau dan merah
Histogram bar berwarna merah jika bar tersebut lebih rendah dari bar sebelumnya
Histogram bar berwarna hijau jika bar tersebut lebih tinggi dari bar sebelumnya
Gator Oscillator sangat jelas menunjukkan convergence (pemusatan) dan
jalinan dari Balance Lines ketika Alligator sedang tidur atau bagun
sehingga membantu kita mengidentifikasi sebuah trend.
Fractals
Bill William mengatakan bahwa lebih baik jangan lakukan trade sebelum fractal pertama terbentuk.
Sebuah buy fractal adalah sebuah rangkaian 5 bar berurutan di mana
titik tertinggi di dahului oleh 2 buah lower high dan diikuti oleh 2
buah lower high. Demikian juga kebalikannya yang disebut sell fractal.
Kedua fractal (Buy dan Sell) berada pada candle.
Fractal terbentuk memungkinkan hadirnya sinyal:
Jika sebuah buy fractal berada di atas Alligator teeth (garis merah)
pasang BUY STOP satu titik di atas HIGH (candle yang hadir bersama
fractal)
Jika sebuah sell fractal berada di bawah Alligator teeth (garis
merah) pasang SELL STOP satu titik di bawah LOW (candle yang hadir
bersama fractal)
Sinyal Fractal dikatakan valid hinggai terbentuknya fractal yang sama
pada arah yang sama ( pada kasus ini sinyal sebelumnya harus di abaikan
dan pending order harus di delete) Fractal adalah objek dari dimensi
pertama. Hanya setelah terjadi breakout pada fractal pertama, maka
sinyal yang masih searah yang akan terbentuk kemudian dapat digunakan
atau tetap valid.
Sinyal dari fractal kedua ini dapat digunakan untuk menambah posisi baru yang sama.
Awesome Oscillator (AO)
Awesome Oscillator (AO) Overview
Awesome Oscillator (AO) menggambarkan momentum sebuah market (bagian
kedua dari 5 dimensi market) yang memberikan waktu 5 bar terakhir yang
dibandingkan dengan momentum pada 34 bar terakhir.
Awesome Oscillator (AO) secara sederhana adalah perbedaan antara
periode 34 dan 5 SMA terhadap bar’s midpoints (H+L)/2. Awesome
Oscillator (AO) digambarkan pada chart sebagai histogram.
Di MetaTrader 4 setiap histogram bar di mana lebih tinggi daripada sebelumnya diwarnai oleh
hijau, setiap histogram di mana lebih rendah dari sebelumnya diwarnai oleh merah.
Awesome Oscillator membentuk 3 sinyal BUY dan 3 sinyal SELL, tetapi
jangan gunakan sampai fractal pertama buy atau sell terbentuk di luar
mulut Alligator.
The Awesome Oscillator Saucer buy signal
Sinyal Buy Awesome Oscillator Saucer terbentuk ketika histogram
berada di atas garis nol berubah arahnya dari turun menjadi naik.
Histogram A di setiap warna, harus lebih tinggi daripada Histogram B.
Pada contoh di atas Histogram B berwarna merah. Histogram C yang
merupakan sinyal harus berwarna hijau
Ketika sinyal telah terbentuk, tempatkan BUY STOP satu titik di atas harga tertinggi yang sejajar dengan Histogram C
Semua saucer signal yang lalu akan secara otomatis menjadi tidak
berlaku lagi ketika sinyal saucer berikutnya muncul (jangan lupa untuk
mendelete pending order ketika sinyal tersebut tidak berlaku lagi).
Pastikan bahwa kita hanya BUY jika hanya histogram saat ini berwarna hijau dan SELL jika histogram berwarna merah.
Awesome Oscillator Saucer sell signal
Sinyal Sell Awesome Oscillator adalah kebalikan dari sinyal buy
Awesome Oscillator. Sinyal ini muncul ketika histogram yang berada di
bawah garis 0 berubah arah dari naik ke turun.
Histogram “A” dari warna apa saja harus lebih rendah daripada
histogram “B”. Dalam kasus ini Histogram “B” akan berwarna hijau.
Histogram “C” berwarna merah.
Ketika sinyal telah terbentuk, tempatkan SELL STOP satu titik di atas harga tertinggi yang sejajar dengan Histogram C
Semua saucer signal yang lalu akan secara otomatis menjadi tidak
berlaku lagi ketika sinyal saucer berikutnya muncul (jangan lupa untuk
mendelete pending order ketika sinyal tersebut tidak berlaku lagi).
Awesome Oscillator cross buy (sell)
Sebuah sinyal buy terbentuk ketika histogram berpotongan di garis 0 dari arah bawah demikian sebaliknya
Tempatkan BUY STOP atau SELL STOP satu titik di atas (buy) atau di
bawah (sell) harga tertinggi atau terendah dari candle yang sejajar
dengan histogram pertama yang memotong garis 0.
Twin peaks signals
Sinyal BUY atau SELL yang disebut sinyal Twin Peaks buy(sell)
terbentuk ketika histogram lebih rendah(lebih tinggi) daripada garis 0,
dan terbentuk 2 lembah yang tidak sama tingginya di mana lembah yang
kedua lebih tinggi daripada puncak kedua (buy) atau terbentuk 2 puncak
yang tidak sama tingginya di mana puncak yang kedua lebih rendah
daripada puncak kedua (sell). Di antara kedua puncak, histogram tidak
boleh lebih rendah dari garis 0 (buy) dan di antara kedua lembah tidak
boleh lebih tinggi dari garis 0 (sell).
Sinyal Buy yang dihasilkan oleh kedua lembah ini valid jika terbentuk
di bawah garis 0 sedangkan sinyal Sell yang dihasilkan oleh kedua
puncak ini benar jika terbentuk di atas garis 0.
Tempatkan BUY STOP atau SELL STOP satu titik lebih tinggi (buy) atau
terendah (sell) dari sinyal bar. Pada kasus ini sinyalnya berada pada
histogram C namun harus menunggu histogram ini
terbentuk terlebih dahulu yang artinya pada histogram berikutnyalah setelah C muncul kita menempatkan pending order kita.
Jangan tempatkan BUY pada histogram yang berwarna merah dan jangan
tempatkan SELL pada histogram yang berwarna hijau. Jika histogram yang
tidak bersahabat itu terjadi sebelum pending order kita tereksekusi
berdasarkan sinyal Awesome Oscillator ini, maka abaikan sinyal
sebelumnya dan cancel semua pending order tadi.
Acceleration / Deceleration Oscillator (AC)
Acceleration/Deceleration Oscillator (AC) mengukur percepatan dan perlambatan dari momentum yang ada (dimensi ketiga dari pasar)
Acceleration / Deceleration Oscillator (AC) overview
Bill William mengatakan bahwa sebelum harga berubah, momentum
berubah, dan bahkan momentum belum berubah, kita bisa melihat perubahan
tersebut pada akselerasinya.
Acceleration / Deceleration Oscillator (AC) histogram in MetaTrader 4
is the difference between 5/34 momentum histogram (Awesome Oscillator)
and a 5-bar simple moving average on the Awesome Oscillator:
MIDPOINT PRICE = ( HIGH + LOW ) / 2
AO = SMA ( MIDPOINT PRICE, 5 ) SMA ( MIDPOINT PRICE, 34 )
AC = AO SMA ( AO, 5 )
Where:
HIGH - the highest bar price;
LOW - the lowest bar price;
SMA - simple moving average;
AO - Awesome Oscillator.
Tidak seperti Awesome Oscillator, jika Accelaration/Deceleration
Oscillator (AC) berpotongan di garis 0, itu bukan merupakan sebuah
sinyal. Meskipun begitu, kita tetap jangan BUY jika histogram berwarna
merah dan jangan sell jika berwarna hijau.
Buy above the zero line / sell below the zero line
Sebuah sinyal BUY di atas garis 0 terbentuk ketika ada 2 histogram
muncul berurutan (sebuah histogram hijau adalah histogram yang tingginya
lebih tinggi daripada histogram sebelumnya yang juga tinggi).
Histogam berada di atas zero line. Tempatkan BUY STOP satu titik di
atas harga tertinggi yang sejajar dengan histogram kedua yang tinggi.
Sebuah sinyal SELL di bawah garis 0 terbentuk ketika ada 2 histogram
muncul berurutan (sebuah histogram merah adalah histogram yang rendahnya
lebih rendah daripada histogram sebelumnya yang juga rendah). Histogam
berada di bawah zero line. Tempatkan SELL STOP satu titik di bawah harga
terendah yang sejajar dengan histogram kedua yang rendah.
Buy below the zero line / sell above the zero line
Jika histogram di bawah garis nol, sebuah sinyal buy terbentuk ketika
ada 3 histogram hijau muncul berurutan. Tempatkan BUY STOP satu titik
di atas harga tertinggi yang sejajar dengan no 3 bar tertinggi.
Jika histogram berada di atas garis nol, sinyal SELL terbentuk ketika ada 3 histogram merah muncul berurutan
Tempatkan SELL STOP satu titik di bawah harga terendah dari candle harga yang sejajar dengan no 3 candle terendah (”D”)
Jika histogram “B” atau “C” memotong garis 0, maka histogram C
menjadi sebuah sinyal, dan tidak perlu menunggu histogram “D” muncul.
Tidak peduli sinyal apa yang terbentuk anda harus mengabaikan
semuanya hingga fractal buy atau sell pertama muncul di luar mulut
Alligator (garis merah)
Anda harus mengabaikan sinyal yang tidak sama arahnya pada sinyal fractal
Jika Acceleration/Deceleration Oscillator membentuk sinyal tetapi
histogram berubah warna sebelum pending order tersentuh, maka sinyal
tadi harus diabaikan dan batalkan pending order yang ada.
Trading in the Zone
Ketika AO dan AC memiliki arah yang sama (sama-sama hijau atau merah)
ini berarti momentum memiliki arah akselerasi yang bagus sekali.
Beberapa situasi yang bisa memberikan kesempatan untuk membuat Zonw
(Dimensi ke empat) adalah:
Jika kedua histogram (AC dan AO) hijau, ini didefiniskan sebagai Green Zone (sebuah market yang sedang bullish)
Jika keduanya merah, ini adalah Red Zone (sebuah market yang sedang bearish)
Jika histogram memiliki warna yang berbeda ini disebut Gray Zone (market sedang dalam masa transisi)
Untuk membuka sebuah posisi buy pada Green Zone (posisi sell di Red
Zone) anda butuh paling tidak 2 bar hijau(merah) yang berurutan, dan
close price pada bar kedua harus lebih tinggi (rendah) daripada closing
price sebelumnya Meskipun demikian, Zone harus sudah berhenti ketika
muncul 5 histogram hijau atau merah karena biasanya jarang sekali
terjadi di market lebih dari 6-8 bar dalam satu warna yang sama (AC dan
OC). Setelah bar ke lima terjadi, tempatkan STOP LOSS satu titik di
bawah harga terendah untuk BUY dan di atas harga tertinggi untuk SELL
pada candle yang sejajar dengan histogram ke lima tersebut. Jika Stop
Loss tidak tersentuh di candle berikutnya, maka anda harus mengubah Stop
Loss satu titk di bawah atau di atas pada bar ke 6.
Balance Line Trades
Balance Line trades overview
Balance Line traders merupakan dimensi ke lima dari chaos theory. The
Balance Line adalah garis yang menunjukkan tidak adanya informasi yang
akan datang yang bisa mempengaruhi market (Chaos). Perhitungan
matematika dan model analisis komputerisasi membantu Bill William
menemukan Balance Line dan membuat sebuah histogram, di mana bisa
digunakan untuk membedakan jarak antara harga dan Balance Line. Secara
mengejutkan Bill William menemukan jarak ini yang bisa dilihat oleh
histogram AO
Kapanpun informasi baru muncul di market, sangatlah mudah (dengan
membuang energi sedikit) untuk harga bergerak pergi menjauh dari Balance
Line daripada bergerak mendekatinya atau kebalikannya lebih mudah
bergerak turun daripada naik
Informasi baru pada chart harga
Ide dari dimensi kelima:
Buyers lebih lemah pada “b” dibandingkan dengan “a”. Ini membuktikan bahwa tinggi bar “b” lebih rendah daripada tinggi bar “a”
Mengapa sellers lebih kuat pada “b”? Alasan yang kuat untuk
informasi tersebut terletak pada market (pada gambar diperlihatkan oleh
kotak bertanda silang) dan mengubah
keseimbangannya
Jika buyers menjadi lebih kuat dan menaikkan market (lihat pada bar
c) daripada tinggi bar “a” ini berarti keseimbangan market berubah dan
ini mungkin pertanda sinyal pertama yang bisa dibuat pada dimensi kelima
Bar “b” adalah bar dasarnya
Bar dasar untuk sinyal buy ketika bar saat ini yang tingginya lebih
rendah daripada tinggi bar naik sebelumnya (gambar bar “b” di atas). Ini
mungkin bar yang tepat untuk dijadikan sinyal; contoh, bar “b” ketika
belum ada bar “c”
Bar dasar untuk sinyal sell ketika bar saat ini yang rendahnya lebih
tinggi daripada bar turun sebelumnya (ini mungkin bar yang tepat untuk
dijadikan sinyal)
Tiga prinsip utama dari Balance Line:
1) membaca chart dari kanan ke kiri
2) Jika anda mencari sinyal BUY, lihat hanya pada titik tertinggi
saja sebagai acuan. Jika anda menunggu sinyal SELL, lihat titik terbawah
saja sebagai acuan.
Tunggu bar dasar terbentuk terlebih dahulu (seperti digambarkan di
atas) Jika anda menemukan bar dasar untuk sinyal BUY atau SELL maka anda
sudah setengah jalan untuk menemukan dimensi ke lima ini.
Ingat, jangan Open Position menggunakan sinyal dari dimensi 2-5
sebelum sinyal yang dibentuk oleh fractal terbentuk lebih dahulu. Juga,
anda harus menggunakan sinyal fractal ini sesuai dengan sinyal yang
diberikan dimensi 2-5 tersebut.
Buy signal above the Balance Line
Jika harga berada di atas Balance Line dan anda sedang menunggu sinyal BUY, maka tunggulah harga bergerak menjauhi Balance Line
Principle 4:
4) Jika anda menunggu harga menjauh dari Balance Line maka anda
memerlukan satu lagi titik tertinggi untuk buy atau titik terendah untuk
sell. Jika benar adanya, harga akan bergerak menjauh dari Balance Line,
maka anda membutuhkan 2 titik tertinggi lagi untuk buy atau 2 titik
terendah lagi untuk sell.
Sinyal BUY di atas Balance Line
Ikuti petunjuk ini, untuk sinyal BUY anda harus menunggu harga untuk
naik kembali yang tingginya lebih tinggi daripada titik tertinggi
sebelumnya di mana puncaknya lebih tinggi daripada bar dasar
Mari kita asumsikan seperti ini: pada chart anda melihat bar “1″ dan semua bar-bar sebelumnya.
Dan tentu saja anda belum melihat bar “2″. “3″, “4″. Pada point ini,
bar “1″ dapat dijelaskan sebagai bar dasar untuk sinyal BUY dikarenakan
pada bar “1″ mempunyai titik tinggi yang lebih rendah dibandingkan
dengan bar-bar sebelumnya.
Prinsip utama dari Sinyal Buy di atas Balance Line adalah tempatkan
BUY STOP pada 1 titik tertinggi pada harga tertinggi bar sebelum bar “1″
Ketika Bar “2″ pada chart mempunyai titik tertinggi lebih rendah
daripada bar “1″, maka bar “2″ menjadi bar dasarnya bukan bar “1″ lagi.
Pending Order sebelumnya harus di batalkan dan tempatkan BUY STOP pada
satu titik tertinggi di atas bar “1″ (bar yang terletak dibelakang bar
dasar “2″). Hal yang sama terjadi pada bar “3″ dan bar “B”. Ketika bar
“B” menjadi bar dasarnya maka pending order ditempatkan 1 titik di atas
titik tertinggi bar “3″ Ketika bar ke “4″ terbentuk, dan bar “B” masih
menjadi bar dasar, contoh jika anda membaca dari kanan ke kiri, bar “B”
ini menjadi yang pertama dengan memperlihatkan titik tertinggi yang
paling rendah dibandingkan dengan bar sebelumnya. Ketika tinggi dari bar
“4″ lebih rendah daripada garis pending order, maka anda belum masuk
market. Tetapi kemudian bar “6″ terbentuk dengan puncak nya lebih tinggi
daripada bar dasar tadi, sehingga BUY STOP anda tereksekusi maka anda
telah masuk market berdasarkan Sinyal Buy di atas Balance Line
Buy signal below the Balance Line
Jika anda BUY di bawah Balance Line yang anda harapkan adalah harga
akan bergerak mendekati Balance Line (menuju ke atas). Ingat prinsip ke
4:
4) Jika harga bergerak menjauh dari Balance Line maka anda
membutuhkan satu lagi bar tertinggi baru untuk buy atau terendah untuk
sell. Jika ini terjadi, maka ketika harga akan bergerak mendekati
Balance Line sehingga anda membutuhkan 2 bar tertinggi berikutnya untuk
buy atau 2 bar terendah berikutnya untuk sell.
Ini berarti anda membutuhkan 2 bar tertinggi untuk mendapatkan sinyal BUY di bawah Balance Line
Ketika bar “B” terbentuk dan menjadi bar dasarnya maka bar “B”
mempunyai tinggi yang lebih rendah daripada tinggi bar sebelumnya jika
anda membacanya dari kanan ke kiri. Agar dapat membentuk sebuah sinyal
BUY di bawah Balance Line anda membutuhkan 2 bar yang lebih tinggi di
sebelah kiri dari posisi bar “B”. Di antara 2 bar tersebut yang pertama
adalah bar “3″. (Karena Bar “2″ tidak memenuhi persyaratan untuk
membentuk sinyal di mana tingginya lebih rendah daripada bar “3″ maka
bar “2″ dianggap tidak ada). Kemudian Bar “1″ adalah bar kedua tertinggi
yang anda cari karena tingginya di atas bar “3″. Untuk itulah mengapa
anda harus menempatkan sebuah BUY STOP 1 titik di atas titik tertinggi
yang dibentuk oleh bar “1″ Ketika bar “4″ terjadi dan tidak ada yang
berubah: bar dasar masih berada pada bar “B” dan pending order belum
tersentuh. Pada Bar “5″ tidak ada yang berubah juga. Dan ketika bar “6″
terbentuk dan pending order sudah tersentuh maka sinyal BUY di bawah
Balance Line telah terbentuk.
Sell signal below the Balance Line
Sinyal sell di bawah Balance Line mempunyai prinsip yang sama dengan
Sinyal Buy di atas Balance Line. Dalam kedua kasus ini anda mengharapkan
harga akan bergerak menjauh dari Balance Line. Berdasarkan prinsip ke 4
(digambarkan di atas) anda hanya memerlukan 1 bar terendah untuk
membentuk sebuah sinyal:
Mari kita asumsikan seperti ini, pada chart harga, anda melihat bar
“B” dan semua bar di belakanganya. Jika anda membaca dari kanan ke kiri,
maka bar “B” menjadi bar dasar, yang bisa kita lihat pada bar di
belakangnya memiliki titik bawah yang lebih tinggi daripada bar
sebelumnya.
Anda hanya membutuhkan titik terendah dari bar paling bawah untuk
menempatkan SELL STOP satu titik di bawah bar “1″. Ketika bar “2″ muncul
dan tidak ada yang berubah: maka bar “B” masih menjadi bar dasar dan
pending order pun belum tersentuh. Pada Bar “3″ pun belum terjadi
apa-apa.
Yang harus di ingat adalah ketika bar berikutnya (sebelum sell stop
tersentuh) menjadi bar dasar yang baru, sinyal sebelumnya harus
diabaikan, dan pending order sebelumnya harus di batalkan pula. Pada
kasus ini, hal tersebut tidak terjadi. Ketika bar “4″ terbentuk, pending
order pun telah tersentuh maka Sinyal Sell di bawah Balance Line telah
terjadi..
Sell signal above the Balance Line
Sinyal Sell di atas Balance Line mempunyai prinsip yang sama dengan sinyal Buy di bawah Balance Line
Pada kedua kasus ini yang diharapkan adalah harga akan bergerak menuju Balance Line.
Berdasarkan prinsip ke 4, anda hanya membutuhkan 2 titik terendah untuk menghasilkan sebuah sinyal
Mari kita asumsikan bahwa pada chart anda melihat bar “2″ dan semua
bar di belakangnya. Bar “2″ menjadi bar dasar sebagai contoh bar ini
menjadi yang pertama yang mempunyai titik bawah yang lebih tinggi
daripada bar dibelakangnya. Untuk memastikan harga cenderung bergerak ke
arah Balance Line, anda membutuhkan 2 buah titik terendah untuk
membentuk sebuah sinyal.
Bar pertama dari kanan ke kiri, yang memiliki titik terendah lebih rendah terhadap base bar. Ini adalah bar “1″
Bar pertama dari kanan ke kiri, yang memiliki titik terendah dari
bar “1″. Ini adalah bar “0″ Inilah kenapa setelah bar “2″ muncul, anda
harus menempatkan sebuah SELL STOP satu titik di
bawah titik terendah pada bar “0″. Ketika bar “3″ dan “4″ muncul
tidak ada yang berubah: bar “2″ tetap menjadi bar dasarnya dan pending
order belum tersentuh.
Ketika bar “B” muncul:
Maka Bar “B” menjadi bar dasarnya dan pending order yang berada di bar “0″ harus di deleted
Sebuah SELL STOP yang baru di tempatkan di bawah bar “1″ (titik
terendah bar “4″ lebih rendah daripada titik terendah bar dasar “B”, dan
titik terendah bar “1″ lebih rendah daripada titik terendah dari bar
“4″)
Pending order tersentuh pada bar “6″ dan Sinyal Sell di atas Balance
Line telah terjadi Tidak peduli sinyal apa yang akan terbentuk, anda
harus mengabaikannya hingga terbentuk sinyal fractal yang terbentuk di
luar Alligator mouth
Anda juga harus mengabaikan sinyal yang tidak sama arahnya dengan sinyal pertama yang dibentuk oleh fractal
Untuk semua sinyal yang dibentuk oleh kelima dimensi tadi, ada 2 prinsip di mana akan membantu anda mengenali false signal:
Jangan sell di atas atau buy di bawah mulut Alligator
Jika bar saat ini berada pada RED atau GREEN ZONE (lihat kembali
halaman Trading in the Zone) diperlukan pasangan 2 buah puncak untuk
membentuk sinyal BUY dan pasangan 2 buah lembah untuk membentuk sinyal
SELL
Exit the Market
How to place Stop Loss orders
Bill William memberikan rekomendasi berkenaan dengan STOP LOSS:
Jika pada pembukaan market sedang trending, maka sebaiknya menutup
posisi jika harga close dari bar memotong Alligator’s teeth (garis
merah)
Jika market sedang volatile, gunakan Alligator’s Lips (garis hijau)
sebagai titik untuk menempatkan Stop Loss. Karakteristik mrket sedang
volatile ketika sudut kecenderungan harga lebih besar dari garis hijau.
Pada kedua kasus di atas, pada akhir bar saat itu, Stop Loss di ganti ke
level garis merah atau garis hijau pada bar berikutnya.
Ketika histogram ke lima terjadi pada Green Zone atau Red Zone
tempatkan Stop Loss di bar yang sejajar dengan histogram tersebut. Jika
Buy maka di titik terendah bar dan Sell di titik tertinggi bar
Tutup semua posisi jika sebuah sinyal berlawanan muncul. Bullish
divergence / bearish convergence di antara Awesome Oscillator dan sinyal
harga menunjukkan trend telah berakhir.
Divergence di antara harga dan Awesome Oscillator adalah sinyal yang menunjukkan bahwa trend telah lemah atau hampir berakhir.
Market Facilitation Index (BW MFI)
Market Facilitation Index (BW MFI) menganalisa jumlah harga yang berubah setiap unit dari volume.
Market Facilitation Index (BW MFI) is calculated as follows:
MFI = (HIGH LOW) / VOLUME
Where:
HIGH - the highest price of the current bar;
LOW - the lowest price of the current bar;
VOLUME - volume of the current bar.
Sinyal dari Market Facilitation Index (BW MFI)
Ketika BW MFI dan Volume naik pada saat bersamaan, ini berarti
market sedang bergerak satu arah dan banyak para trader ikut
berpartisipasi di market tersebut. Ini adalah saat tepat untuk berada di
dalam market.
Ketika BW MFI dan Volume turun pada saat bersamaan, ini berarti
ketertarikan trader terhadap market mulai memudar. Sering terjadi ke
depannya menjadi akhir sebuah trend.
Ketika BW MFI lebih tinggi dan Volume lebih rendah, ini berarti
market secara umum bergerak dalam satu arah tetapi tidak ada participant
untuk membangun volume. Pergerakan harga disebabkan oleh trader yang
berspekulasi
Ketika BW MFI turun dan volume naik, ini berarti ada pertarungan
antara bulls dan bears (dengan volume yang besar) dan kekuatannya hampir
sama (harga tidak berubah secara significant). Hal ini menjadikan
sebuah pergerakan utama yang significant pada arah yang berlawanan.
Perhatian ditujukan pada arah harga yang akan break dari pergerakan yang
lambat ini. Bill William menyebutnya sebuah squat bar (bar yang lagi
jongkok).
Semoga Bermanfaat.



















1 Komentar Blog: